Logo Bloomberg Technoz

Dalam rekaman suara kokpit yang ditemukan, salah satu pilot terdengar bertanya mengapa aliran bahan bakar diputus, dan pilot lainnya menyangkal telah melakukannya. Identitas pembicara belum dapat dipastikan.

Kapten Mohan Ranganathan, pakar keselamatan penerbangan terkemuka di India, menyampaikan bahwa dia mendengar dari rekan-rekan pilot bahwa Kapten Sabharwal mengalami depresi dan masalah kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir. 

"Saya mendengar dari beberapa pilot Air India yang mengatakan bahwa ia mengalami depresi dan masalah kesehatan mental. Ia telah mengambil cuti terbang dalam tiga hingga empat tahun terakhir. Ia mengambil cuti medis untuk itu," ungkap Ranganathan dilaporkan The Telegraph, dikutip Selasa (15/7/2025),

Berdasarkan prosedur penerbangan, Perwira Pertama Clive Kundar (28 tahun) bertugas menerbangkan pesawat dan mengendalikan lepas landas, sementara Kapten Sabharwal menjadi pilot pemantau. Dalam posisi ini, Sabharwal memiliki tangan bebas, yang secara teknis memungkinkan untuk mengakses dan mematikan sakelar bahan bakar, di mana hal tersebut kemungkinan yang turut dipertimbangkan penyelidik.

Kecelakaan Air India 171 menewaskan 241 dari 242 orang. Pesawat yang jatuh ke kompleks asrama mahasiswa kedokteran, hanya beberapa detik setelah mengudara. Laporan awal memang belum menarik kesimpulan definitif, namun perhatian tertuju pada kemungkinan kesengajaan dalam tindakan mematikan sistem bahan bakar.

Kapten Sabharwal bergabung dengan Air India sejak 1994 dan mencatat lebih dari 8.000 jam terbang dengan jenis pesawat yang sama. Setelah ibunya meninggal, ia pindah dari Delhi ke Mumbai untuk merawat ayahnya yang berusia 90 tahun. 

Menurut keterangan mantan koleganya, Neil Pais, Sabharwal sempat mempertimbangkan pensiun dini demi mendampingi sang ayah sepenuhnya. Warga sekitar mengenalnya sebagai pribadi penyayang dan pendiam, yang kerap terlihat berjalan-jalan sore bersama sang ayah.

Tetangganya, Savitri Budhania, mengenang percakapannya dengan Sabharwal, "Saya bilang kepadanya, 'Ayahmu sudah terlalu tua untuk hidup sendiri.' Dan dia menjawab, 'Satu atau dua penerbangan lagi saja... lalu saya akan bersama Papa saja." Siapa sangka itu akan menjadi yang terakhir kalinya? 

Pihak Air India enggan memberikan komentar resmi. Namun, seorang pejabat dari Tata Group, induk perusahaan maskapai tersebut, menyatakan Kapten Sabharwal tidak mengambil cuti medis dalam waktu dekat.

Sabharwal hanya tercatat mengambil cuti berkabung pada 2022, dan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan pelanggaran signifikan dalam catatan medisnya. Kedua pilot, termasuk Kundar, dinyatakan lulus pemeriksaan medis Kelas I dalam dua tahun terakhir.

Clive Kundar, kopilot dalam penerbangan tersebut, dikenal berasal dari keluarga berlatar belakang dunia penerbangan. Ia dibesarkan di kompleks perumahan Air India di Kalina dan telah mencatat 1.100 jam terbang sejak memulai kariernya.

Keluarga korban menyambut laporan awal tersebut dengan kekecewaan dan mempertanyakan bagaimana "sakelar sesederhana itu" bisa menjadi penyebab bencana sebesar ini. Mereka menyebutnya sebagai "tamparan di wajah" atas kehilangan yang mereka alami.

Sementara itu, Asosiasi Pilot Komersial India membela awak pesawat dengan menyatakan mereka telah bertindak sesuai prosedur dan pelatihan di bawah kondisi yang menantang. Asosiasi ini juga menolak keras tuduhan malpraktik dan menyebut spekulasi yang berkembang sebagai tidak berdasar dan mengganggu proses penyelidikan.

(prc/wep)

No more pages