Logo Bloomberg Technoz

Produksi Beras RI Diproyeksi Turun di 2026

Lisa Listiani
07 July 2025 15:50

Pedagang beras istirahat saat berjualan di Pasar Minggu, Jumat (1/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang beras istirahat saat berjualan di Pasar Minggu, Jumat (1/11/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Produksi beras Indonesia diprediksi akan mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,4% pada untuk tahun panen 2025/2026 menurut riset BMI yang merupakan  lembaga riset Fitch Solutions, bagian dari Fitch Ratings.

“Kami memproyekskan produksi beras di Indonesia akan menurun di tahun 2025/2026 sebesar 0,4% secara year-on-year lantaran iklim yang bersahabat tidak diimbangi dengan harga pupuk yang tinggi dan kebijakan pemerintah masih menunjukkan hasil yang bervariasi.” kata riset tersebut dikutip Senin (7/7/2025).

Pemerintah memang menambah subsidi pupuk tahun lalu, namun distribusinya masih tidak merata, sehingga dampaknya belum signifikan.


Laporan terbaru dari BMI Research menyebut produksi beras nasional diperkirakan turun dari 33,8 juta ton pada 2024/2025 menjadi 33,65 juta ton pada 2025/2026. Koreksi ini terjadi setelah adanya pertumbuhan 2,4% pada musim sebelumnya lantaran keberhasilan teknologi modifikasi cuaca dan curah hujan tinggi di awal 2025.

Kendati curah hujan diprediksi tetap tinggi dan peluang La Niña rendah, sejumlah tantangan struktural mengganjal produktivitas. Pemerintah pada Februari 2025 mengumumkan pemotongan anggaran hingga 35% untuk sektor pertanian.