Bantu Jaga Rupiah, BI Borong SBN Rp111 T Hingga Kuras Cadev
Mis Fransiska Dewi
22 April 2026 16:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengorbankan berbagai cara untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Salah satunya dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN), menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan memanfaatkan cadangan devisa.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan bank sentral membeli SBN mencapai Rp111,54 triliun pada tahun ini sampai 21 April 2026, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp56,53 triliun. Hal ini dilakukan sebagai bentuk sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.
Selanjutnya, posisi instrumen moneter SRBI pada 21 April 2026 tercatat Rp885,41 triliun, antara lain didukung dengan kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp165,98 triliun (18,75% dari total outstanding) sehingga turut mendukung upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Tak hanya itu, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar US$148,2 miliar. Angka ini merosot tajam dari posisi cadangan devisa pada Januari 2026 yang mencapai US$154,6 miliar, di tengah intervensi bank sentral demi menjaga stabilitas rupiah.
"Nilai tukar rupiah pada 21 April 2026 tercatat sebesar Rp17.140 per dolar AS, atau melemah 0,87% (point-to-point) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026," ujar Perry, Rabu (22/4/2026).

























