Dalam dua hari perdagangan terakhir, harga saham KRAS tercatat melonjak 34% dan ditutup di level Rp314 per saham. Nilai transaksi harian saham ini juga mencetak angka ratusan miliar rupiah. Jika ditarik dalam rentang sebulan, harga saham KRAS sudah melonjak lebih dari 100%, dan sejak awal 2025 bahkan naik lebih dari 200%.
Suspensi yang diterapkan berlaku untuk seluruh transaksi KRAS di pasar reguler dan pasar tunai, dan akan berlaku hingga pengumuman lebih lanjut dari BEI.
“Keputusan ini bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan secara matang keputusan investasinya,” tambah Yulianto.
BEI juga mengingatkan seluruh investor dan pelaku pasar untuk mencermati setiap informasi yang disampaikan oleh perseroan melalui keterbukaan informasi resmi, serta tidak mengambil keputusan berdasarkan rumor yang belum terverifikasi.
(rtd/wep)






























