Mobil Wuling Air EV berwarna putih terbakar sekitar pukul 19.30 WIB. Api dikabarkan sudah padam dan mobil sudah dievakuasi. Namun, kemacetan lalu lintas sempat terjadi karena peristiwa ini.
Akademisi sekaligus pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai indikasi utama kebakaran Wuling Air EV, di tengah hujan wilayah Bandung, kemungkinan besar berkaitan dengan penetrasi air ke dalam kompartemen baterai. Hal ini dinilai memicu korsleting internal dan peningkatan suhu tidak terkendali (thermal runaway) pada kendaraan electric vehicle (EV).
Yannes menggarisbawahi, dalam kondisi hujan deras, jika sistem penyegelan (sealing) baterai tidak sempurna atau terdapat kerusakan misalnya akibat benturan atau modifikasi, air dapat masuk ke sistem kelistrikan termasuk sel baterai. Sehingga hal ini menyebabkan reaksi elektrokimia yang tidak terkendali.
“Air yang masuk dapat memicu korsleting internal yang kemudian menghasilkan panas berlebih, memulai reaksi berantai thermal runaway,” kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Minggu (6/7/2025).
(ain)



























