"Indonesia menjadi satu dari 18 negara yang diperkirakan dokumen [proposal negosiasi tarif] sudah lebih maju."
Dalam kaitan itu, Airlangga mengatakan telah bertemu dengan United States Trade Representative Jamieson Greer di sela Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) Dewan dari Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).
Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mengatakan Greer mengapresiasi dokumen proposal Indonesia sebagai basis yang baik untuk mendapatkan pertimbangan bagi AS.
Sebelumnya, Airlangga juga memastikan pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis melalui koordinasi intensif antara tim teknis kedua negara dalam mengkaji dan merespons draf awal perjanjian yang diajukan AS.
"Kami berkomitmen untuk memberikan daftar preferensi tarif komoditas Amerika Serikat sebelum putaran kedua negosiasi yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025 di Washington, D.C. Kami siap untuk terus berdialog terbuka dan mengatasi tantangan negosiasi di bidang tarif, hambatan non-tarif, perdagangan digital, aturan asal barang, dan isu keamanan ekonomi serta nasional,” ujar Airlangga dalam siaran pers.
(dov/wdh)





























