Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Ungkap Pemerintah Hadapi Tantangan Kala Susun RAPBN 2027

Redaksi
16 June 2026 16:45

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04%, Unggul dari Singapura dan China. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04%, Unggul dari Singapura dan China. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) pada 2027 menghadapi sejumlah tantangan, antara lain berkaitan dengan efisiensi, investasi dan produktivitas. 

Seperti diketahui, DPR RI dan pemerintah telah sepakat mengesahkan Kerangka Ekonomi Makro-Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027 beberapa waktu lalu.

M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) berpendapat, setiap rupiah yang digunakan dalam anggaran negara untuk belanja harus menghasilkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang lebih besar.


"Tentu arah kebijakannya harus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan dan disiplin fiskal. Karena isunya adalah terkait dengan disiplin fiskal atau kredibilitas fiskal," kata Rizal dalam seminat bertajuk 'Daya Beli Tertekan, Ketahanan Ekonomi Dipertaruhkan' dalam video Youtube, dikutip Selasa (16/6/2026).

Menurut dia, target pencapaian pertumbuhan ekonomi pada tahun depan terlalu tinggi, yakni 5,8%-6,5%. Mengamati hal itu, pencapaian target ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah, tidak hanya dalam mengelola fiskal, tapi juga mampu menjaga daya beli masyarakat, menarik investasi, mempercepat reformasi struktural dalam tata kelola pemerintahan.