Logo Bloomberg Technoz

Airlangga Respons Penurunan Cadev: Nanti Kita Cari Lagi 

Mis Fransiska Dewi
08 June 2026 19:20

Menko Perekonomian Airlangga saat acara Ecoverse 2025 dan Peluncuran Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, (20/11/25). (Bloomberg Technoz/Ibnu)
Menko Perekonomian Airlangga saat acara Ecoverse 2025 dan Peluncuran Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, (20/11/25). (Bloomberg Technoz/Ibnu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons cadangan devisa per akhir Mei yang kembali turun ke level terendah bahkan dalam hampir dua tahun. Cadangan devisa Indonesia untuk posisi Mei ada di US$144,9 miliar atau turun US$1,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

“Ya nanti kita cari lagi cadev [cadangan devisa],” kata Airlangga ditemui di kantornya, Senin (8/6/2026). 

Sepanjang tahun ini, cadangan devisa terus menyusut setiap bulannya. Kini cadangan devisa Tanah Air sudah mencapai titik terendah sejak Juni 2024 atau nyaris dua tahun terakhir.


Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, perkembangan cadangan devisa pada Mei 2026 dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.

“Perkembangan cadangan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik,” kata Denny, Senin (8/6/2026).