Logo Bloomberg Technoz

IHSG Diramal Menguat Imbas Sentimen Damai AS-Iran & Harga Minyak

Cahya Puteri Abdi Rabbi
16 June 2026 15:20

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (17/6/2026), ditopang sentimen positif dari tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mendorong penurunan harga minyak dunia.

Pada perdagangan Senin (15/6/2026), IHSG ditutup melonjak 4,12% ke level 6.254,97. Indeks bahkan sempat menyentuh level 6.345 seiring optimisme pasar terhadap kesepakatan damai AS-Iran yang dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6).

Prospek perdamaian tersebut memunculkan harapan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, sehingga memicu koreksi harga minyak mentah dunia lebih dari 4% ke kisaran US$80 per barel untuk West Texas Intermediate (WTI) dan sekitar US$83 per barel untuk Brent.


Phintraco Sekuritas menilai penurunan harga minyak menjadi sentimen positif bagi pasar domestik, karena berpotensi meredakan tekanan inflasi dan mengurangi risiko pelebaran defisit APBN.

"Optimisme terhadap kesepakatan damai AS-Iran dan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz mendorong koreksi harga minyak dunia. Kondisi ini menjadi faktor positif karena dapat meredakan tekanan inflasi dan potensi pelebaran defisit APBN," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Selasa (16/6/2026).