Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Terlemah di Asia Ketika Yield SUN Bergerak Turun

Redaksi
03 June 2025 14:15

(Ilustrasi Bond)
(Ilustrasi Bond)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan harga Surat Berharga Negara (SBN) ketika lelang Surat Utang Negara dilangsungkan mengincar target penjualan Rp26 triliun, cenderung membaik, di kala pelemahan rupiah menjadi yang terburuk di Asia siang ini.

Mengacu data OTC Bloomberg, mayoritas tenor SBN usai jam makan siang hari ini, Selasa (3/6/2025), bergerak naik harganya. Hal itu terindikasi dari penurunan tingkat imbal hasil alias yield di sebagian besar tenor.

Yield SBN 2Y, misalnya, turun 3 basis poin (bps) di level 6,238%. Sedangkan tenor 5Y terkikis sedikit 0,8 bps menyentuh 6,460%. Tenor acuan 10Y terlihat juga turun yield-nya sebesar 0,9 bps di level 6,859%.


Pergerakan surat utang negara sepanjang hari ini cenderung lebih stabil di tengah tekanan yang sempat dialami oleh aset ekuitas, ketika rupiah juga tertekan oleh sentimen negatif baik dari pasar global maupun domestik.

IHSG pada sesi kedua siang ini bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis 0,07%. Sedangkan rupiah tergerus melemah di Rp16.305/US$, mencerminkan pelemahan 0,34% dibanding posisi kemarin. Pelemahan rupiah menjadi yang terdalam di Asia. Pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS sedikit menguat siang ini di kisaran 98,8.