Logo Bloomberg Technoz

Bank Indonesia diduga masuk ke pasar di ujung perdagangan sehingga rupiah akhirnya ditutup sedikit naik di Rp16.290/US$ pada penutupan pasar spot hari ini. Meski begitu, pelemahan rupiah masih jadi yang terdalam di Asia, sebesar 0,26%, lebih buruk ketimbang rupee, dolar Singapura, yen, dolar Taiwan dan peso Filipina.

Beberapa sentimen di pasar telah berdampak besar pada pergerakan harga valuta juga aset-aset di pasar domestik. Selain adanya kekhawatiran akan risiko pelebaran defisit transaksi berjalan bila tren lonjakan impor RI pada April terus berlanjut, pasar juga terbebani oleh kelesuan ekonomi Tiongkok.

Indeks manufaktur China Caixin ambles ke level terendah sejak September 2022 di posisi 48,3 pada Mei, yang merupakan zona kontraksi. Angka itu juga lebih rendah ketimbang perkiraan pasar.

Kelesuan ekonomi terbesar kedua di dunia itu bisa berimbas tak kecil terhadap Indonesia. Tiongkok merupakan mitra dagang utama RI yang menjadi salah satu tujuan ekspor penting terutama untuk jenis komoditas seperti batu bara, nikel, baja, dan lain sebagainya. Kelesuan China akan berdampak pada kinerja ekspor RI yang kian lesu.

Sementara pada saat yang sama, gempuran barang Tiongkok membanjiri pasar domestik bisa membuat manufaktur RI kian menghadapi tantangan persaingan. 

Impor RI pada April naik lebih dari 20% di kala ekspor hanya tumbuh tak sampai 6%. Alhasil, surplus dagang langsung ambles ke level terendah dalam lima tahun, yaitu cuma US$ 160 juta.

Lonjakan impor terutama datang dari Tiongkok dengan kenaikan hingga 53,71% yoy. Peningkatan impor dari Tiongkok menimbulkan kekhawatiran pada neraca perdagangan RI dan Tiongkok. Bila tren itu berlanjut, ada ancaman terhadap pelebaran defisit transaksi berjalan yang akan membebani fundamental nilai tukar rupiah.

Asing keluar lagi

Data kinerja perdagangan yang dilansir Badan Pusat Statistik kemarin telah memicu arus keluar modal asing dari pasar saham. Asing mencetak net sell hingga Rp2,8 triliun. 

Nilai penjualan saham oleh investor asing itu membawa rata-rata pergerakan lima hari outflows melesat hingga US$ 9,14 juta, berkebalikan dibanding rata-rata pergerakan dana asing 20 hari yang mencatat inflows senilai US$ 8,72 juta, berdasarkan data bursa efek yang dikompilasi oleh Bloomberg.

Pada perdagangan hari ini, indeks saham sempat menyentuh level terlemah di 6.998,99. 

Saham-saham perindustrian termasuk saham big caps menjadi pemberat IHSG pada perdagangan siang hari ini.

Saham perindustrian, saham teknologi, dan saham infrastruktur mencatatkan koreksi cukup dalam, dengan masing-masing minus 1,16%, 0,92% dan juga 0,51%.

(rui)

No more pages