Logo Bloomberg Technoz

Hasil survei juga memperkirakan, perlambatan ekonomi akan makin panjang sampai kuartal berikutnya. Pada kuartal III-2025, PDB Indonesia diramal hanya akan tumbuh 4,70% yang akan menjadi laju terlemah sejak pandemi lima tahun silam.

Bila mengeluarkan periode pandemi, angka pertumbuhan tersebut akan jadi yang terburuk sejak 2009 ketika perekonomian RI hanya tumbuh 4,71%, akibat terseret dampak krisis yang melanda negara-negara maju terutama Amerika Serikat.

Sementara probabilitas terjadi resesi di Indonesia dalam 12 bulan ke depan, menurut hasil survei, mencapai 7,5% berdasarkan enam responden. Probabilitas itu turun dibanding survei sebelumnya yang mencapai 10% berdasarkan tujuh responden.

"Ekspor jasa diproyeksikan masih akan tumbuh didukung oleh kebangkitan pariwisata yang berlanjut, meskipun ekspor barang akan terbebani oleh eskalasi perang dagang global, seiring dengan dampak front loading ekspor yang akan berdampak pada kinerja ekspor Mei dan seterusnya. Pertumbuhan impor akan didorong oleh pembangunan infrastruktur dan investasi pengolahan mineral yang berkelanjutan, yang kemungkinan akan menghasilkan kontribusi negatif dari ekspor neto terhadap pertumbuhan keseluruhan," kata Ahmad Mobeen, Ekonom Senior di S&P Global Market Intelligence.

Inflasi dan pengangguran

Hasil survei ini juga memperkirakan inflasi Indonesia akan kembali merangkak naik jadi 2% pada kuartal ini lalu menyentuh 2,4% pada kuartal III dan 2,5% pada kuartal IV.

Perkiraan itu kesemuanya lebih tinggi dibanding survei sebelumnya. 

Tingkat pengangguran juga diperkirakan meningkat pada kuartal ini menjadi 4,9% sampai kuartal III sehingga secara keseluruhan 2025, tingkat pengangguran di Indonesia akan mencapai 5%, lebih tinggi dibanding realisasi 2024 sebesar 4,91%.

Survei juga memperkirakan, defisit transaksi berjalan RI pada kuartal ini mencapai 1% dan keseluruhan tahun ini juga akan sebesar 1% dari PDB. Defisit current account diperkirakan akan meningkat jadi 1,25% pada tahun depan.

Para ekonom juga memperkirakan, BI rate belum akan dipangkas lagi pada sisa kuartal ini sehingga tingkat bunga acuan akan bertahan di 5,50% sampai akhir Juni.

Namun, BI rate diprediksi akan kembali turun pada semester dua tahun ini sebanyak 25 basis poin lagi menjadi 5,25% pada akhir tahun.

(rui)

No more pages