APNI: 2 Smelter Nikel RI Sudah Cuan dari Kobalt, Huayou & Harita
Mis Fransiska Dewi
19 May 2025 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyatakan saat ini baru terdapat dua smelter yang sudah bisa mengolah kobalt bawaan bijih nikel guna memanfaatkan momentum ekspor pada saat Republik Demokratik Kongo (DRC) melakukan moratorium.
Anggota dewan Penasehat Pertambangan APNI, Djoko Widajatno mengatakan kobalt terdapat dalam kandungan produk dari smelter penghasil nickel matte dan smelter hidrometalurgi atau berbasis teknologi high pressure acid leach (HPAL) penghasil mixed hydroxide precipitate (MHP).
“Baru ada dua refinery di Indonesia yang sudah beroperasi memisahkan Co [kobalt] dan Ni [nikel] menjadi kobalt sulfat dan nikel sulfat; di di IWIP milik Huayou dan Obi miik Harita,” kata Djoko saat dihubungi, Senin (19/5/2025).
Djoko menjelaskan nikel sulfat dan kobalt sulfat diproduksi lebih lanjut untuk menjadi baterai prekursor di smelter milik Huayou yang berada di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara.
Sementara itu, kobalt sulfat dan nikel sulfat yang diproduksi PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel diekspor ke China dan lainnya.
































