Logo Bloomberg Technoz

Menteri LH Dorong Konstruksi PLTA Batang Toru Dirombak Total

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 February 2026 14:40

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata berkapasitas 1.000 megawatt (MW)di Kabupaten Purwakarta dan Bandung Barat, Jawa Barat. (Dok. PLN)
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata berkapasitas 1.000 megawatt (MW)di Kabupaten Purwakarta dan Bandung Barat, Jawa Barat. (Dok. PLN)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menduga konstruksi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Toru merusak lingkungan. Hanif mendorong proyek pembangkit skala besar itu dirombak ulang.

Hanif mengatakan kementeriannya telah menunjuk auditor lingkungan independen untuk mengaudit pembangunan hingga rencana operasional PLTA garapan PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) tersebut.

“Saya tidak dapat berandai-andai tetapi kacamata saya memang itu konstruksinya tidak ramah lingkungan. Saya sudah sampaikan saya sih setuju untuk dikoreksi total,” kata Hanif kepada awak media di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (3/2/2026).


Hanif memandang jika nantinya konstruksi PLTA Batang Toru dilanjutkan oleh pihak manapun maka pembangunannya harus dirombak, termasuk dalam aspek operasional utama NSHE yakni pengelolaan PLTA.

“Jadi tentu kalau ini mau dilanjutkan harus memenuhi kaidah-kaidah lingkungan, ketahanan bendungan dan lain-lain karena kita tahu persis NSHE ini berada di hulu dari suatu kampung di bawahnya yang kita kenal dengan kampung Batang Toru,” ujar dia.