Logo Bloomberg Technoz

Dalam paparannya, Vikram turut menyinggung pentingnya efisiensi operasional yang telah dicapai Indosat berkat AI. Dari investasi belanja modal tahunan sebesar US$800 juta, perusahaan berhasil menghemat sekitar US$150 juta melalui penempatan kapasitas jaringan yang lebih tepat guna. 

Selain itu, peningkatan pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) Indosat sebesar 6% juga menjadi bukti bahwa AI mendorong pertumbuhan bisnis yang terukur.

Transformasi ini disebutnya tak lepas dari investasi pada pengembangan SDM. Indosat, bersama mitra strategis dan pemerintah, terus mendukung program sertifikasi tiga juta talenta digital melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tanpa investasi pada human capital, potensi AI tidak akan pernah terbuka sepenuhnya, kata Vikram.

Vikram menekankan, transformasi AI dalam pertambangan tidak bisa dilakukan sendirian. Sehingga, diperlukan sinergi ekosistem—dari universitas, media, industri, hingga lembaga pemerintah.

Dengan AI, pertambangan bukan lagi sekadar efisiensi. Ini adalah visi besar untuk membangun Indonesia yang cerdas, tangguh, dan berkelas dunia," tegas dia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati menambahkan, penerapan teknologi menjadi kunci dalam menekan biaya operasional dan menjamin keberlanjutan kegiatan tambang.

"Nah efisien itu dibantu dengan teknologi. Pasti di dunia yang sekarang ini kita butuh tuh teknologi. Karena dengan memaplikasikan teknologi, di tambang itu bisa lebih sustain, lebih beranjut, terus cost bisa ditekan," ucap Siti.

Meski demikian, ia mengakui investasi awal untuk adopsi teknologi memang tidak kecil, namun dampaknya terhadap operasional jangka panjang sangat signifikan. Beberapa perusahaan besar seperti Vale, Freeport, Amman Mineral, serta grup MIND ID disebutnya juga telah mulai mengimplementasikan teknologi untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan tambang mereka.

Terkait dukungan pemerintah, Siti menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang menyusun peta jalan pemanfaatan teknologi, termasuk AI, agar penggunaannya dapat memberi manfaat maksimal bagi sektor industri, termasuk pertambangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar kementerian dalam mendorong percepatan adopsi teknologi.

Adapun dalam konteks eksplorasi, Siti juga menyebut bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk memetakan potensi sumber daya yang sulit dijangkau. Namun, ia menyoroti bahwa kendala utama eksplorasi bukan pada sumber daya manusia, melainkan pada keterbatasan investasi.

"Sumber daya manusia untuk geologis yang bisa melakukan kegiatan eksplorasi banyak, tapi mungkin salah satunya masih terkendala tadi investor. Sehingga biaya eksplorasi itu sedikit. Kalau biaya eksplorasi sedikit kan juga result-nya [sedikit]," jelasnya.

(wep)

No more pages