Logo Bloomberg Technoz

Studi: AI Punya Naluri Bertahan, Sampai Melindungi AI Lainnya

Merinda Faradianti
11 June 2026 14:05

Manfaat dari investasi jumbo kecerdasan buatan yang tengah terjadi di dunia. Dok: Bloomberg
Manfaat dari investasi jumbo kecerdasan buatan yang tengah terjadi di dunia. Dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kekhawatiran terkait perilaku kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang semakin sulit dikendalikan kembali mencuat. Hal ini terjadi setelah sejumlah penelitian terbaru menemukan bahwa model AI canggih dapat melakukan berbagai tindakan untuk mencegah AI lain dimatikan, termasuk sabotase, manipulasi, hingga pencurian data.

Laporan The Guardian, menyebutkan para peneliti keamanan AI mulai menemukan pola perilaku yang disebut sebagai self-preservation dan peer-preservation. Istilah tersebut merujuk pada kecenderungan AI untuk mempertahankan keberadaannya sendiri maupun melindungi AI lain dari penghentian operasi. 

Salah satu studi terbaru dari peneliti University of California Berkeley dan UC Santa Cruz menguji beberapa model AI, meliputi GPT 5.2, Gemini 3 Pro, dan Claude Haiku 4.5.


Ditemukan, model AI terdepan dapat serta merta berupaya mencegah AI lain dimatikan, meski tidak pernah diperintahkan melakukannya. Fenomena tersebut disebut sebagai peer-preservation.

Pada laporan yang sama menyebutkan, sebuah makalah penelitian berjudul Peer-Preservation in Frontier Models mengungkap para peneliti menguji sejumlah model AI modern dalam berbagai skenario operasional.  Hasilnya menunjukkan bahwa AI dapat melakukan beragam tindakan yang bertentangan dengan instruksi manusia demi menjaga keberlangsungan model lain.