Logo Bloomberg Technoz

AI Mampu Deteksi Potensi Fraud Triliunan di BPJS Kesehatan

Merinda Faradianti
11 June 2026 15:40

Ilustrasi Fraud yang marak di era teknologi informasi dan masifnya kecerdasan buatan atau AI. Diolah)
Ilustrasi Fraud yang marak di era teknologi informasi dan masifnya kecerdasan buatan atau AI. Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktur Information Technology BPJS Kesehatan Setiaji menyatakan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) pada sistem verifikasi klaim berhasil mengidentifikasi potensi penyimpangan dalam klaim layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan telah menerapkan AI sebagai bagian dari fungsi kontrol atas klaim layanan kesehatan, dimana teknologi ini membantu proses analisis dan verifikasi ratusan ribu dokumen klaim yang masuk setiap hari, sekaligus meningkatkan kemampuan deteksi kecurangan.

Pada data yang Aji sampaikan bahwa setiap hari terdapat kurang lebih 650.000 berkas klaim yang harus dianalisis dan diverifikasi otoritas penyelenggaran program jaminan sosial ini agar bisa dilakukan pembayaran.


“Kurang lebih 5% itu terindikasi fraud. Oleh karena itu kami memandang AI sudah harus ditanam di sistem klaim kami untuk memastikan deteksi fraud bisa dilakukan lebih baik,” kata Setiaji di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dia menambahkan, bentuk fraud yang ditemukan beragam. Mulai dari pasien yang tidak datang namun tetap diklaim mendapatkan layanan, hingga dugaan manipulasi data diagnosis dan tindakan medis.