Logo Bloomberg Technoz

Pendekatan kehati-hatian tersebut diimbangi dengan program #bankirpemberdaya, di mana petugas lapangan BTPN Syariah secara intensif mendampingi para nasabah ultramikro melalui pertemuan rutin kelompok (Sentra). Mereka mendorong penerapan empat perilaku unggul: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Hasilnya mulai terlihat – nasabah yang konsisten menerapkan prinsip BDKS terbukti lebih tangguh dan berkontribusi menopang kinerja BTPN Syariah sepanjang tahun 2024.

"Upaya kami membangun perilaku unggul adalah kunci bagi nasabah pembiayaan dapat bertahan dalam situasi apapun… sehingga realisasi kinerja BTPN Syariah sesuai harapan. Alhamdulillah, Bank berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp1,06 triliun,” kata Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah, mengapresiasi peran nasabah dalam menjaga kualitas portofolio bank.

Rasio NPF Rendah, Profitabilitas Tinggi

BTPN Syariah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Fokus pada kualitas aset tercermin dari membaiknya profil risiko BTPN Syariah. Bank ini gencar melakukan pencadangan dan hapus buku atas pembiayaan bermasalah sisa dampak pandemi, sehingga rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) berhasil ditekan di level rendah. Pada pertengahan 2024, gross NPF BTPN Syariah tercatat sekitar 3,05%, hanya sedikit meningkat dari 3,01% pada Juni 2023. Dengan pencadangan yang sangat memadai, NPF neto bahkan mendekati 0% di akhir 2024.

Manajemen menyebut langkah pencadangan besar pada akhir 2023 dan penghapusan kredit bermasalah telah memperkuat neraca bank memasuki 2024. “Bank di akhir tahun lalu telah melakukan pencadangan yang memadai untuk portofolio Covid-19 tersebut,” tulis manajemen dalam laporan resmi , menegaskan bahwa kualitas aset kini berada dalam zona aman.

Sejalan dengan terjaganya kualitas pembiayaan, profitabilitas BTPN Syariah tetap unggul di industri. Return on Asset (RoA) tercatat 6,3% – jauh di atas rata-rata industri perbankan – menandakan efisiensi dan margin tinggi yang masih dinikmati bank . Rasio beban operasional terhadap pendapatan (BOPO) berhasil diturunkan seiring efisiensi biaya, terbukti dari beban operasional 2024 yang turun sekitar 9% YoY. Dampaknya, meski pendapatan menurun sedikit, margin laba tetap terjaga. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) BTPN Syariah mencapai 53,2% per akhir 2024  – tingkat permodalan yang sangat kuat dan jauh di atas ketentuan regulator. Rasio permodalan tinggi ini memberikan ruang yang luas bagi BTPN Syariah untuk bertumbuh ke depan sambil menyerap risiko yang mungkin muncul, sehingga ketahanan bank tetap terjamin.

Strategi dan Prospek 2025: Optimisme Bertumbuh

Memasuki 2025, manajemen BTPN Syariah menatap masa depan dengan optimisme berlandaskan fondasi 2024 yang kokoh. Tantangan pemulihan segmen ultramikro memang masih ada, namun tren menunjukkan perbaikan bertahap. Fachmy Achmad, Direktur BTPN Syariah, menjelaskan bahwa sektor ultramikro perlahan bangkit meski belum sepenuhnya kembali ke level pra-pandemi. "Kami yakin mereka (nasabah ultramikro) butuh waktu untuk pulih, dan untuk mendukung hal ini, BTPN Syariah akan terus memperkuat pendampingan kepada komunitas inklusi,” ungkap Fachmy. 

Artinya, strategi pendampingan intensif dan penanaman perilaku unggul akan tetap menjadi fokus, sembari bank mulai membuka keran pertumbuhan pembiayaan secara lebih agresif namun tetap terukur.

Dari sisi ekspansi, BTPN Syariah memiliki modal besar untuk kembali tumbuh. Basis nasabah aktif yang sudah mencapai 3,81 juta orang di lebih dari 268 ribu komunitas (Sentra)  menjadi pondasi kuat untuk peningkatan pembiayaan apabila kondisi ekonomi kian membaik. Selain itu, program inovatif seperti Bestee – platform digital pendampingan dimana nasabah bisa mendapat bimbingan dari para sahabat/kontributor – dilanjutkan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha nasabah . Ditopang modal inti yang kuat, jaringan layanan yang luas hingga pelosok, serta minimnya persaingan di ceruk pasar ultramikro, BTPN Syariah diproyeksikan mampu kembali ke jalur pertumbuhan laba pada 2025. Beberapa analis perbankan bahkan memperkirakan laba bersih BTPN Syariah dapat tumbuh sekitar 3-5% di tahun 2025 seiring kualitas aset yang kian membaik dan penyaluran pembiayaan kembali normal .

Sebagai satu-satunya bank syariah yang sepenuhnya menyasar pemberdayaan masyarakat inklusi (unbankable) di Indonesia, kisah sukses BTPN Syariah sepanjang 2024 memberi contoh positif bagaimana misi sosial dapat seiring sejalan dengan kinerja bisnis. Dengan perilaku unggul yang terus dijaga dan inovasi yang berkelanjutan, BTPN Syariah siap melangkah di 2025 dengan keyakinan untuk tumbuh berkelanjutan. Semua indikator menunjukkan bank ini memiliki daya tahan dan ruang yang lapang untuk ekspansi, menjadikannya pemain kunci yang patut diperhitungkan dalam industri perbankan syariah tanah air.

No more pages