Logo Bloomberg Technoz

Kemungkinan langkah hukum tambahan "masih terbuka" katanya, “Tetapi kami sedang menjajaki berbagai opsi."

Juru bicara Credit Suisse menolak untuk berkomentar.

Pengambil-alihan Credit Suisse oleh UBS baru-baru ini yang ditengahi oleh pemerintah Swiss banyak dikritik oleh politisi dan masyarakat negara itu. Finma pun disorot terkait upaya mereka untuk mencegah keruntuhan Credit Suisse.

Amstad membantah anggapan bahwa Finma tidak melakukan intervensi lebih awal dan kurang agresif dalam mengatasi masalah Credit Suisse, dan merujuk pada proses penegakan hukum enam kasus terkait bank tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami intervensi lebih awal, dan sangat intensif. Tetapi saat kami bertindak keras, publik cenderung tidak tahu,” katanya kepada NZZ.

“Bayangkan jika masyarakat tahu bahwa kami sudah mendalami upaya restrukturisasi CS pada bulan November atau kami telah meminta CS untuk menyiapkan solusi alternatif terhadap kasus yang baru saja terjadi.”

Pemerintah Swiss memang dikritik karena dianggap gagal memberi Finma kekuatan untuk menghukum para bankir nakal. Amstad mengatakan dia pun menyambut baik diskusi untuk memberikan regulator opsi tambahan untuk itu, misalnya kemampuan untuk mendenda individu atau bank.

CEO Finma Urban Angehrn dalam wawancara terpisah dengan media Swiss SonntagsZeitung, menggemakan poin yang disampaikan oleh Amstad dan Menteri Keuangan Swiss Karin Keller-Sutter.

Senada dengan Amstad, dia menekankan bahwa Finma tidak memiliki perangkat yang memungkinkan para pengawas dapat dengan cepat mengidentifikasi tanggung jawab atau menindak para bankir yang dianggap melanggar.

“Kami cukup berpengaruh selama bertahun-tahun. Kami berupaya habis-habisan demi misi kami,” katanya. "Tapi, seperti yang dikatakan anggota dewan federal: Anda tidak bisa menghilangkan krisis kepercayaan."

(bbn)

No more pages