Logo Bloomberg Technoz

Isu Kelangkaan Beras, Bulog Sinyalir Biang Keroknya Gabah Mahal

Wike Dita Herlinda
09 February 2024 17:50

Ilustrasi penggilingan padi. (Dario Pignatelli/Bloomberg)
Ilustrasi penggilingan padi. (Dario Pignatelli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perum Bulog (Persero) mengakui tingginya harga gabah di tingkat produsen dan penggilingan menjadi penyebab harga beras makin tidak terkendali, yang berujung pada isu-isu lanjutan seperti gangguan pasok ke tingkat pengecer atau ritel.

Direktur Utama Bulog Bayu Krisnamurthi menyebut, berdasarkan pantauannya, harga gabah kering giling (GKG) di beberapa penggilingan bahkan sudah menembus di atas Rp8.000/kg.

“Benar, harga GKG yang mahal membuat harga pokok berasnya menjadi mahal, padahal ada HET [harga eceran tertinggi], tetapi banyak juga yang menjual di atas HET,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Jumat (9/2/2024).

Akan tetapi, dia belum dapat menyimpulkan apakah fenomena tersebut memicu aksi spekulan yang menahan pasokan berasnya – lantaran margin yang menipis – dan berujung pada kelangkaan stok di sejumlah gerai ritel modern di Jabodetabek.

“Kami pantau terus. Tampaknya kemungkinan [pemicunya adalah] karena libur Imlek, di mana pedagang mengurangi kegiatan dan beberapa toko tutup. Ada juga yang mengantisipasi hari terakhir kampanye yang katanya akan sangat ramai.”

Beras langka di Indomaret dan Alfamart. (Sumber: Azzura/Bloomberg Technoz)