Logo Bloomberg Technoz

Korban Tewas Gempa Bumi Jepang Bertambah Jadi 13 Orang

News
02 January 2024 10:40

Sebuah rumah rusak akibat gempa bumi di Nanao, Prefektur Ishikawa, Jepang, Selasa (2/1/2024). (Soichiro Koriyama/Bloomberg)
Sebuah rumah rusak akibat gempa bumi di Nanao, Prefektur Ishikawa, Jepang, Selasa (2/1/2024). (Soichiro Koriyama/Bloomberg)

Finbarr Flynn dan Erica Yokoyama - Bloomberg News

Bloomberg, Sebanyak 13 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam gempa bumi dahsyat yang melanda Semenanjung Noto di pantai barat laut Jepang. Gempa ini merobohkan bangunan, merusak jalanan, dan memicu kebakaran yang melalap sebuah kota.

Menurut NHK, kebakaran tersebut menghancurkan lebih dari 100 rumah dan bangunan di Wajima, salah satu kota yang paling parah terkena dampak gempa berkekuatan 7,6 pada Senin. Gempa susulan mengguncang wilayah tersebut saat petugas penyelamat berupaya mencari korban. Badan Meteorologi Jepang mengatakan pada Selasa pagi, peringatan tsunami untuk sebagian besar pantai Laut Jepang telah dicabut.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan gempa tersebut menyebabkan kerusakan luas. Dia telah membentuk satuan tugas untuk membantu operasi penyelamatan dan perbaikan. Jaringan televisi terputus selama beberapa waktu ketika menyiarkan jumpa persnya saat gempa susulan besar melanda wilayah tersebut. 

Delapan orang telah dipastikan tewas pada Selasa pagi di Wajima, kata NHK, dan setidaknya lima lainnya tewas di bagian lain wilayah itu yang terletak sekitar 315 kilometer dari barat laut Tokyo. Sejauh ini, tsunami terbesar yang tercatat setelah gempa pada Tahun Baru tersebut terjadi di Wajima, sekitar 1,2 meter.