Logo Bloomberg Technoz

Special Research

Imbal Hasil Surat Utang AS Tertinggi Sejak 2007 & Dampaknya ke RI

Ruisa Khoiriyah
22 August 2023 10:20

Papan Wall Street di pusat perekonomian New Yorks, Amerika Serikat (AS). (Dok Bloomberg)
Papan Wall Street di pusat perekonomian New Yorks, Amerika Serikat (AS). (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gelombang aksi jual kencang menerpa pasar surat utang Amerika hingga melejitkan tingkat imbal hasil US Treasury ke level tertinggi dalam 16 tahun terakhir, memberi sinyal pelaku pasar global bersiap untuk menghadapi kenaikan bunga acuan Federal Reserve lebih jauh ketimbang perkiraan awal.

Itu menjadi kabar buruk bagi pelaku pasar termasuk di Indonesia karena tekanan jual merembet dan semakin menyeret nilai tukar rupiah yang dihantam kanan kiri oleh sentimen bunga the Fed dan kekecewaan atas kebijakan moneter bank sentral China.

Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN/INDOGB) tenor 10 tahun pagi ini melesat melampaui 200-DMA ke posisi 6,723%, pertama kalinya sejak November 2022, menurut catatan Bloomberg

Sementara nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahan meski tipis ke Rp15.328/US$ pada pukul 9:54 WIB, Selasa (22/8/2023).

Aksi jual di pasar SUN yang tidak bisa dilepaskan dari gelombang jual di pasar surat utang negara maju.