Logo Bloomberg Technoz

Kebiasaan ini bisa membantu mengurangi risiko penyalahgunaan akun, terutama jika kata sandi sebelumnya pernah diketahui atau bocor. Pastikan password baru tidak mudah ditebak dan berbeda dari kata sandi yang digunakan sebelumnya.

2. Gunakan Password Berbeda untuk Setiap Akun

Menggunakan satu password untuk berbagai akun memang terasa lebih praktis. Namun, kebiasaan ini justru dapat memperbesar risiko jika salah satu akun berhasil diretas.

Sebaiknya, buat kata sandi yang berbeda untuk setiap platform, termasuk media sosial, layanan belanja online, dan aplikasi keuangan. Dengan begitu, jika satu akun mengalami kebocoran, akun lainnya tidak otomatis ikut terancam karena menggunakan password yang sama.

3. Hindari Password yang Mudah Ditebak

Kata sandi yang terlalu sederhana dapat memudahkan orang lain menebak atau membobol akun. Hindari kombinasi umum seperti angka berurutan, nama pribadi, atau tanggal lahir yang mudah diketahui.

Gunakan password dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Semakin panjang serta unik susunannya, semakin sulit kata sandi tersebut ditebak.

Jika khawatir lupa, pengguna bisa memanfaatkan pengelola kata sandi atau password manager untuk menyimpan informasi login dengan lebih aman.

4. Berhati-hati Saat Menggunakan WiFi Publik

Jaringan WiFi gratis di tempat umum memang memudahkan pengguna mengakses internet tanpa menghabiskan kuota. Namun, jaringan semacam ini belum tentu memiliki sistem keamanan yang memadai.

Jika terhubung ke WiFi publik yang tidak aman, informasi pribadi berisiko diintip atau dicuri oleh pihak lain. Karena itu, hindari melakukan aktivitas sensitif, seperti mengakses mobile banking atau berbelanja online, ketika menggunakan jaringan tersebut.

Jika memang harus terhubung, pastikan jaringan yang digunakan benar-benar resmi dan pertimbangkan penggunaan VPN untuk membantu melindungi koneksi internet.

5. Gunakan Dompet Digital untuk Bertransaksi

Penggunaan kartu debit, kartu kredit, atau kartu uang elektronik secara langsung memiliki risiko tersendiri jika informasi kartu berhasil dicuri. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan dompet digital.

Layanan dompet digital umumnya dilengkapi sejumlah fitur keamanan, seperti PIN, verifikasi biometrik, dan autentikasi tambahan. Pengguna juga dapat mengatur transaksi melalui aplikasi di ponsel.

Meski demikian, keamanan tetap bergantung pada cara pengguna menjaga akun. Jangan membagikan PIN maupun kode verifikasi kepada orang lain.

6. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA) merupakan fitur keamanan tambahan yang sebaiknya diaktifkan jika tersedia.

Dengan fitur ini, proses login membutuhkan lebih dari sekadar kata sandi. Pengguna biasanya perlu melakukan verifikasi tambahan melalui kode, aplikasi autentikasi, atau metode lain yang telah didaftarkan.

Lapisan keamanan tersebut dapat membantu mencegah orang lain masuk ke akun meskipun sudah mengetahui password. Aktifkan 2FA pada layanan digital yang mendukung fitur ini, terutama akun email, media sosial, dan layanan keuangan.

7. Pasang dan Perbarui Antivirus

Memasang antivirus pada perangkat juga bisa menjadi langkah untuk mengantisipasi serangan malware. Program berbahaya tersebut dapat menyusup melalui aplikasi, file, atau tautan tertentu dan berpotensi mencuri informasi pribadi.

Pastikan antivirus yang digunakan berasal dari penyedia tepercaya dan selalu diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan diperlukan agar perangkat memiliki perlindungan terhadap ancaman keamanan yang terus berkembang.

Selain antivirus, sistem operasi dan aplikasi di ponsel maupun komputer juga perlu diperbarui secara berkala.

8. Jangan Sembarangan Mengeklik Tautan

Pengguna internet perlu berhati-hati ketika menerima tautan dari nomor atau akun yang tidak dikenal. Bahkan, tautan yang dikirim oleh orang terdekat pun sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum dibuka.

Sebab, tautan tersebut bisa saja merupakan bagian dari modus phishing yang bertujuan mencuri informasi pribadi atau mengambil alih akun. Pelaku biasanya mengarahkan korban ke halaman palsu yang dibuat menyerupai situs resmi.

Phishing dapat menyebar melalui email, media sosial, maupun aplikasi pesan instan seperti WhatsApp. Jika menemukan tautan dengan alamat mencurigakan atau pesan yang meminta informasi sensitif, jangan terburu-buru membukanya.

9. Jaga Kerahasiaan Kode OTP

One-Time Password atau OTP merupakan kode sekali pakai yang digunakan untuk memverifikasi identitas dalam proses login maupun transaksi digital.

Kode ini bersifat pribadi dan tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Pihak lain yang berhasil memperoleh OTP berpotensi menggunakannya untuk masuk ke akun atau menyetujui aktivitas tertentu atas nama pemiliknya.

Karena itu, jangan pernah membagikan kode OTP, termasuk kepada orang yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan. Terlebih jika sedang tidak melakukan proses login atau transaksi yang membutuhkan kode tersebut.

10. Pilih Platform yang Terpercaya

Sebelum mendaftarkan akun atau memasukkan informasi pribadi ke suatu layanan digital, pastikan platform tersebut memiliki reputasi dan sistem keamanan yang jelas.

Periksa identitas penyedia layanan, alamat situs, serta kebijakan privasi yang berlaku. Hindari memberikan data pribadi kepada platform yang tidak jelas pengelolanya atau meminta informasi secara berlebihan tanpa alasan yang masuk akal.

Pengguna juga perlu lebih selektif saat mengisi formulir pendaftaran maupun melakukan transaksi online. Pastikan informasi yang diminta memang diperlukan dan layanan tersebut dapat dipercaya.

Melindungi data pribadi tidak cukup hanya dengan mengandalkan sistem keamanan dari penyedia layanan digital. Kebiasaan pengguna saat membuat password, mengakses jaringan internet, hingga membagikan informasi juga berperan penting dalam mencegah pencurian data.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko kebocoran dan penyalahgunaan informasi pribadi dapat dikurangi. Tetap waspada saat beraktivitas di internet agar data penting tidak mudah jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

(seo)

No more pages