Logo Bloomberg Technoz

Pada Kamis, setelah bertemu dengan utusan Kremlin Kirill Dmitriev, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa perang Rusia di Ukraina mungkin segera berakhir. Ia menyebut tengah membahas sebuah "kesepakatan besar" yang tidak hanya melibatkan Ukraina, tetapi juga seluruh Eropa.

Serangan terhadap fasilitas energi bertujuan membatasi pendapatan minyak yang digunakan untuk membiayai perang Kremlin di Ukraina, sekaligus membawa dampak konflik kembali ke wilayah Rusia. Insiden terbaru diperkirakan akan semakin menekan tingkat pengolahan minyak Rusia. Namun, serangan tersebut juga berpotensi membebaskan lebih banyak minyak mentah untuk diekspor.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, enam kilang minyak Rusia, termasuk fasilitas Afipsky dan sejumlah kilang besar seperti Ryazan milik Rosneft PJSC serta Yanos yang dimiliki bersama oleh Rosneft dan Gazprom Neft PJSC, telah diserang sejak 30 Oktober. Selain itu, sebuah stasiun pemompaan minyak mentah utama juga menjadi sasaran. Ukraina belum secara terbuka mengonfirmasi serangan-serangan tersebut.

Afipsky, yang dimiliki perusahaan swasta ForteInvest, memiliki kapasitas pengolahan sekitar 180.000 barel per hari. Kilang tersebut telah beberapa kali diserang, dengan serangan terbaru terjadi pada akhir Agustus. ForteInvest belum segera menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg.

Sementara itu, Moskow terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting Ukraina, termasuk pelabuhan, pembangkit listrik, jalur kereta api, serta bangunan tempat tinggal, yang menyebabkan jatuhnya banyak korban.

Awal pekan ini, Rusia membom sebuah sekolah di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina bagian selatan, dekat garis depan pertempuran. Sekolah tersebut menjadi tempat warga menerima bantuan kemanusiaan. Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Kamis mengatakan jumlah korban tewas akibat pengeboman itu kemungkinan mendekati 100 orang.

(bbn/spt)

No more pages