Serangan Terbaru Rusia ke Ukraina di Hari Pemilu Amerika Serikat
News
03 November 2026 19:10

Bloomberg, Rusia melancarkan serangan udara besa-besaran ke Ukraina semalam, beberapa jam setelah serangan terhadap pusat bantuan kemanusiaan menewaskan setidaknya 29 orang—insiden terbaru dalam serangkaian agresi gencar Moskow yang semakin intensif dan telah menyebabkan korban sipil yang terus bertambah.
Pasukan Moskow menargetkan fasilitas energi dan pembangkit listrik di sembilan wilayah Ukraina, kata Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah unggahan di X pada hari Selasa waktu setempat. Rusia mengerahkan 289 drone serang dan 76 rudal, termasuk 17 rudal balistik, katanya.
Salah satu serangan udara terberat tahun ini terjadi saat pemungutan suara untuk pemilihan sela AS yang telah menjadi semacam referendum atas masa jabatan kedua Presiden Donald Trump akan segera dimulai.
Trump gagal memenuhi janji untuk segera mengakhiri perang, yang kini telah memasuki tahun kelima, dan berulang kali berselisih dengan Zelenskyy, sehingga menimbulkan keraguan atas kesiapan presiden AS tersebut untuk menekan Rusia agar melakukan gencatan senjata.
“Sangat jelas bahwa semua ini terjadi pada hari pemilihan anggota Kongres AS,” kata Zelenskyy di X. “Rusia percaya bahwa Amerika tidak akan memperhatikan sinyal ini dari mereka. Namun, teror semacam itu harus diperhatikan dan dihentikan.”






























