Logo Bloomberg Technoz

Sesi I

IHSG Melesat 1,96% Usai Ekonomi RI Tumbuh di Atas Ekspektasi

Muhammad Julian Fadli
05 November 2026 13:19

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup Sesi I dengan penguatan 1,96% di posisi 5.016 pada Kamis (5/11/2026) didorong sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 yang tercatat mencapai 5,47%, di atas ekspektasi pasar dan konsensus Bloomberg.

Indeks LQ45 juga menguat, dengan terapresiasi 2,37% di level 513,14. Seiringan dengan Kurs Rupiah yang turut menguat 0,39% menembus level Rp18.095/US$ pada pukul 12:40 WIB.

IHSG Penutupan Sesi I pada Kamis 5 November 2026 (Bloomberg)

Berdasarkan Bursa Efek Indonesia (BEI), data perdagangan saham menunjukkan total transaksi hari ini mencapai Rp6,02 triliun, dari sejumlah 14,89 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang hari, dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 827 ribu kali diperjualbelikan.


Sepanjang pagi hingga siang IHSG terus melaju di zona hijau dengan rentang perdagangan terjadi pada level 4.995 sampai dengan tertingginya 5.072 Tercatat ada penguatan 431 saham, dan sebanyak 189 saham terjadi pelemahan. Sisanya 94 saham stagnan.

Saham–saham barang baku, saham konsumen primer, dan saham perindustrian menjadi pendorong penguatan IHSG dengan melesat mencapai 4,17%, 1,93% dan 1,51%.