Logo Bloomberg Technoz

“Kami memperkirakan pasar tenaga kerja akan melambat menjelang akhir tahun. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga kemungkinan meningkat menjelang 2027,” papar Wong, melansir Bloomberg News.

Itu pula yang memicu tekanan jual, dengan kondisi keuangan yang diprediksi akan semakin ketat menjelang pertemuan The Fed bulan depan, Skenario dasar adalah The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan, biarpun keputusan tersebut masih sangat berimbang (close call).

Federal Open Market Committee (FOMC) berpotensi menafsirkan kuatnya laporan ketenagakerjaan tersebut secara langsung sebagai cerminan kondisi ekonomi terbaru, lalu kembali menaikkan suku bunga. Menurut Wong, langkah tersebut berisiko menjadi kesalahan kebijakan (policy mistake) jika dilihat secara retrospektif.

Lanskap global juga sepertinya belum memberikan ruang cukup leluasa bagi mata uang emerging markets. Pada perdagangan pagi hari ini, mata uang Asia mayoritas tertekan oleh dolar AS.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, bila rupiah kembali terbenam di Rp18.100/US$ yang menjadi level support terdekat maka ada kemungkinan menjemput support berikutnya di Rp18.150/US$.

Analisis Teknikal Rupiah Jumat 6 November 2026 (Sumber: Bloomberg)

Apabila keduanya break dengan volume yang besar, maka rupiah bisa saja melemah makin dalam sampai dengan Rp18.170/US$ sebagai support terkuat.

Namun jika nilai tukar rupiah berhasil menguat hari ini, maka resistance yang menarik dicermati ada di trendline garis di rentang area Rp18.050/US$ hingga kembali menembus Rp18.000/US$.

(fad/aji)

No more pages