Tak berhenti di situ, yield obligasi pemerintah berdenominasi dolar AS juga ikut turun. INDON 2 tahun turun 7,7 bps jadi 4,87%, diikuti tenor 3 tahun turun 3,4 bps jadi 4,98%, dan tenor 10 tahun turun 2 bps jadi 5,92%.
Premi risiko Indonesia juga terlihat mereda jadi 99,62. Sentimen positif datang ke pasar negara berkembang usai kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu sela AS.
Adanya perubahan peta politik di dalam tubuh Kongres AS, memperbesar ekspektasi bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan menghadapi pengawasan legislatif yang lebih ketat, termasuk soal bagaimana pemerintah akan menjalankan kebijakan ekonomi dan perdagangan.
Kemenangan Partai Demokrat juga berpotensi mendorong agenda pemangkasan pajak serta menahan laju ekspansi belanja pemerintah. Dengan begitu, kekhawatiran soal naiknya penerbitan utang untuk mengongkosi defisit anggaran jadi sedikit mereda.
(dsp)





























