Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Lanjut Menguat, Respons Angka Pertumbuhan Ekonomi

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 November 2026 13:43

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menguat 0,39% ke Rp18.097/US$ pada perdagangan Kamis (5/11/2026), menyusul data pertumbuhan ekonomi yang melampaui perkiraan.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 sebesar 5,47%. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus Bloomberg yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,2% secara tahunan (yoy) pada kuartal III 2026. Angka itu juga meningkat dari level 5,29% pada kuartal sebelumnya.

Rupiah merespons dengan melanjutkan penguatan dan bergerak stabil ke kisaran Rp18.090/US$. Penguatan ini juga ditopang oleh aksi beli yang terjadi secara meluas di pasar obligasi domestik. 


Data Bloomberg menunjukkan, yield banyak terpangkas di hampir semua tenor. Tenor acuan 10 tahun kembali ke level 7,67%, begitu juga yield tenor 5 tahun susut 14 basis poin (bps) jadi 7,42%. 

Pergerakan yield di pasar obligasi Kamis (5/11/2026), 13.00 WIB (Bloomberg)

Penguatan rupiah siang ini juga turut ditopang oleh laju dolar AS yang lebih lamban. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama kembali turun ke 101,24. Selain itu, aksi beli di pasar obligasi global turut menjalar ke pasar obligasi domestik dan menopang gerak rupiah siang ini.