Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Menguat ke Bawah Rp18.100/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 November 2026 09:07

Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Nasabah menukarkan uang rupiah ke dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pasar spot Kamis (5/11/2026) dengan penguatan 0,37% ke Rp18.097/US$, seiring meredanya sentimen eksternal dengan penurunan harga minyak mentah ke US$94/barel. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) ikut melandai ke 101,3, disertai terpangkasnya yield obligasi AS tenor 10 tahun jadi 4,8%. Mata uang Asia menyambut angin segar ini dengan penguatan. 

Data Bloomberg menunjukkan peso Filipina memimpin penguatan 0,54%. Diikuti baht Thailand 0,43%, rupiah 0,4%, ringgit Malaysia menguat 0,32% dan yen Jepang 0,22%.


Sementara, dolar Singapura, yuan offshore dan dolar Hong Kong menguat lebih terbatas. Sebaliknya, dolar Taiwan melemah bersama won Korea Selatan. 

Rupiah dan mata uang Asia menguat. (Bloomberg)

Dari dalam negeri, sejumlah sentimen pemberat sejatinya masih membayangi persepsi investor. Namun, pelaku pasar agaknya bertaruh bahwa prospek pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 masih punya ketahanan dengan perkirkaan tumbuh 5,2%.