Logo Bloomberg Technoz

Paradoks Ekonomi Q3-2026: Pertumbuhan Menguat, Fundamental Lesu

Redaksi
05 November 2026 14:26

BPS : Ekonomi Indonesia (Diolah)
BPS : Ekonomi Indonesia (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik mengumumkan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan 5,47% pada kuartal III-2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding kuartal ketiga tahun lalu. Meningkat dari 5,29% pada kuartal II-2026 (yoy).

Menanggapi pengumuman data ekonomi tersebut, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman menilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia memang mengalami percepatan pada kuartal III-2026. Namun momentum pertumbuhan yang mendasarinya perlu disikapi dengan hati-hati.

"Percepatan ini perlu ditafsirkan dengan cermat karena permintaan domestik, yang mencakup konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, investasi, serta lembaga nirlaba yang melayani rumah tangga (LNPRT), justru melambat, dengan kontribusi keseluruhan terhadap pertumbuhan PDB yang juga menurun," ujar Faisal dalam laporan hasil risetnya, Kamis (5/11/2026).


Berdasarkan data BPS, pertumbuhan konsumsi rumah tangga sedikit melambat menjadi 5,04% (yoy) dari 5,06% (yoy), dengan kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB turun menjadi 2,62 poin persentase dari 2,68 poin persentase.

Menurut dia, hal ini mencerminkan melemahnya daya beli di tengah tren inflasi yang meningkat. Meski demikian, dampak tersebut sebagian diredam oleh stimulus kebijakan pemerintah yang membantu menyerap guncangan eksternal, terutama tingginya harga energi dan bahan bakar global, Selain itu, diredam pula oleh meningkatnya permintaan pangan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah gangguan sisi penawaran, seperti bencana alam dan dampak yang berkaitan dengan fenomena El Niño.