Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Menguat, Melesat Nyaris 3%

Muhammad Julian Fadli
05 November 2026 09:28

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (5/11/2026), bergerak menguat saat awal perdagangan. Hingga pukul 09:15 WIB, Indeks mencatat kenaikan 139,23 poin (2,8%) ke level 5.059.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai lima belas menit berlangsung, volume perdagangan tercatat 5,13 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,05 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 247.282 kali.

Sebanyak 511 saham menguat dan 88 saham melemah. Sementara 86 saham tidak bergerak.


BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai, hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS) menjadi perhatian terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Dari domestik, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 5,4–5,5%.

“Secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan technical rebound setelah menyentuh area support Fibonacci 4.830–4.761,” tulis catatan BRIDS.