Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Ketergantungan ke Pemerintah Kian Tinggi
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 November 2026 14:12

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di luar dugaan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 terakselerasi melampaui angka konsensus dan angka pertumbuhan kuartal sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2026 tumbuh 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari 5,29% pada kuartal II-2026. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 1,59%, sedangkan secara kumulatif sejak awal tahun hingga kuartal III angka pertumbuhannya 5,45%.
Angka pertumbuhan yang berada di atas ekspektasi dan konsensus ekonom yang sebesar 5,28% itu memperlihatkan aktivitas perekonomian mash cukup solid di tengah berbagai tantangan, baik dari sisi permintaan maupun tekanan eksternal.
Jika ditelusiri lebih dalam berdasarkan sumber pertumbuhannya, ada perubahan komposisi penopang pertumbuhan. Investasi dan aktivitas produksi mencatat jadi penopang penting, sementara konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah justru kehilangan momentum secara kuartalan.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat jadi 5,04% yoy dari sebelumnya 5,06% yoy, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan PDB menjadi 2,62 poin persentasi dari 2,68.



























