Logo Bloomberg Technoz

Pakar Soroti Lemahnya Infrastruktur Keamanan Digital RI

Merinda Faradianti
04 November 2026 21:00

Ilustrasi Penyadapan oleh Aparat (Diolah)
Ilustrasi Penyadapan oleh Aparat (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar keamanan siber Ardi Sutedja K menyoroti peristiwa dugaan penyadapan komunikasi Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh politik serta masyarakat. Dia menilai, peristiwa tersebut mengulang persoalan serupa yang terjadi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2013.

Pada saat itu, komunikasi Presiden SBY diduga mengalami penyadapan oleh negara asing. Kini, komunikasi Presiden Prabowo juga diduga mengalami penyadapan oleh sejumlah perwira tinggi kepolisian.

Menurut Ardi, terulangnya insiden penyadapan terhadap kepala negara menunjukkan masih adanya kelemahan sistemik dalam infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) nasional. Persoalan tersebut tidak cukup dilihat dari siapa pelaku penyadapan, tetapi juga mengapa kerentanan keamanan digital Indonesia masih dapat dieksploitasi setelah lebih dari satu dekade.


“Ketika kepala negara simbol tertinggi kedaulatan dan barometer utama keamanan nasional kembali menjadi korban infiltrasi, sebuah sinyal bahaya yang nyaring sedang berbunyi,” tulis dia dalam keterangannya, Rabu (04/11/2026).

Ardi menyebut, tantangan keamanan siber Indonesia saat ini berkaitan dengan perubahan pola spionase. Operasi intelijen modern tidak lagi terbatas pada penyadapan komunikasi konvensional, tetapi berkembang melalui serangan siber terstruktur atau Advanced Persistent Threat (APT).

Artikel Terkait