Aksi Beli Topang Pasar Obligasi, Yield Turun & Rupiah Menguat
Tim Riset Bloomberg Technoz
05 November 2026 09:43

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi domestik mendapat tenaga dari sentimen positif yang meliputi pasar obligasi global hari ini, Kamis (5/11/2026). Data Bloomberg menunjukkan imbal hasil (yield) sebagian besar tenor mulai terpangkas.
Melansir data Bloomberg pada 09:16 WIB, penurunan yield paling tajam terjadi pada tenor 4 tahun yaitu 3,1 basis poin (bps) jadi 7,51%. Disusul 1 tahun turun 2,8 bps jadi 7,02%.
Selanjutnya, tenor 5 tahun turun 2,7 bps jadi 7,53% dan tenor acuan 10 tahun juga terpangkas tipis 0,7 bps jadi 7,72%.
Begitu juga dengan obligasi berdenominasi dolar AS (INDON), aksi beli terlihat berlangsung pada sebagian besar tenor. Yield tenor 10 tahun mulai kembali turun 4,1 bps jadi 5,9%, disusul tenor 7 tahun turun 3,5 bps jadi 5,73%. Selanjutnya, tenor 3 tahun turun 2,7 bps jadi 4,98% dan tenor 5 tahun turun 2,2 bps jadi 5,44%.
Pergerakan yield di pasar INDON dan SUN ini turut diperkuat dengan melandainya Credit Default Swap (CDS) 5 tahun yang terpangkas ke 100, setelah sempat bertengger di 104. Sejalan dengan itu, rupiah juga turut menguat 0,41% ke Rp18.090/US$.



























