Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Stabil di Tengah Harapan Berakhirnya Konflik AS-Iran

News
05 November 2026 08:50

Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi harga minyak. (Sumber: Bloomberg)

Kanoko Matsuyama dan Lorelei Smillie - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak bergerak stabil setelah anjlok lebih dari 8% pada sesi sebelumnya. Investor memperkirakan kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) dapat mempercepat upaya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$88 per barel setelah mencatat penurunan harian terbesar sejak Mei pada Rabu. Sementara itu, minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$95 per barel. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kekecewaan pemilih terhadap perang dan hubungan AS-Israel menjadi penyebab kekalahan Partai Republik dalam pemilu tersebut. Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, berjanji akan mengakhiri konflik yang kini telah memasuki bulan kesembilan.


Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres dalam pemilihan paruh waktu, sekaligus memberikan pukulan besar bagi Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik. Kemenangan tersebut memberi Demokrat pengaruh lebih besar dalam menentukan belanja pemerintah, yang berpotensi membatasi kemampuan pemerintahan Trump untuk melanjutkan perang melawan Iran.

Harga Brent sempat melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan pada Oktober setelah Trump mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran seusai pemilihan paruh waktu. Ketika tempat pemungutan suara masih dibuka, Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk segera meningkatkan serangan. Ia kemudian mengakui bahwa pernyataan bahwa Partai Republik kalah akibat perang tersebut “sebagian besar benar”.