Sumber: Tim Riset Bloomberg Technoz, Mirae Asset Sekuritas
Aksi beli oleh CGS International Sekuritas Indonesia ditengarai atas sentimen valuasi harga saham BBCA.
Menyitir UBS Sekuritas dalam risetnya HOLT Global Stock Highlights, saham BBCA diperdagangkan ‘hanya’ pada 2,0x HOLT P/B, yang merupakan level terendah sejak 2011, dan mencerminkan diskon sebesar 53% dibanding median 10 tahun perdagangan saham.
“Dengan menggunakan estimasi konsensus untuk ROA dan pertumbuhan aset pada 2026–2027E, valuasi BBCA saat ini mengimplikasikan ROA stabil sebesar 3,7%, disertai pertumbuhan aset sebesar 7% hingga 2030E,” papar UBS Research.
UBS turut mengerek target harga saham BBCA mencapai Rp7.300/saham dari sebelumnya Rp7.150; dengan tegas mempertahankan rating rekomendasi Beli /Buy.
Selain itu, BBCA berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp45,2 triliun selama sembilan bulan pertama tahun 2026, meningkat 4,2% secara tahunan, didukung oleh pertumbuhan kredit korporasi yang kuat.
Cash Flow Return on Investment (CFROE) pulih dari titik terendah pada 2021/2022 dan mencapai 19% dalam beberapa tahun, termasuk salah satu yang tertinggi di regional. Pemulihan ini didukung oleh ekspansi Net Interest Margin (NIM) serta peningkatan efektivitas penempatan aset.
(fad)



























