Logo Bloomberg Technoz

BI Klaim Rupiah Melemah Akibat Geopolitik dan Moneter AS

Pramesti Regita Cindy
03 November 2026 19:40

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir terjadi imbas adanya tekanan yang berasal dari geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Destry membeberkan meski mencatatkan penguatan di bulan September, mata uang garuda kembali mencatat pelemahan pada bulan Oktober dan November dengan bertengger di atas angka psikologis Rp 18.000/ US$.

“Pelemahan ini dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah berlanjutnya pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat serta sentimen investor global terhadap aset negara berkembang,” kata  Destry dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) , Selasa (3/11/2026).


Sementara itu Destry menyebut bahwa saat ini posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 tercatat sebesar US$ 146,3 miliar yang setara dengan pembiayaan 5,2 bulan impor.

Oleh karenanya, Destry membeberkan sejumlah strategi untuk memperkuat efektivitas stabilitas nilai tukar rupiah.