Logo Bloomberg Technoz

KEBIJAKAN MINERBA

RKAB Nikel 2027 Mau Dipangkas Lagi: Harga Naik, Smelter Tertekan

Azura Yumna Ramadani Purnama
03 November 2026 18:00

Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian
Penyadapan bijih nikel di tungku matte di smelter nikel yang dioperasikan oleh PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menilai pemangkasan kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027 berpotensi membuat harga logam nikel naik, tetapi operasional hilir nikel rawan tertekan.

Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan hingga saat ini pemangkasan kuota produksi bijih nikel masih dalam tahap pembahasan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kendati begitu, dia menilai kebijakan tersebut—jika ditempuh—bakal memberikan dampak negatif dan positif bagi industri hilir nikel.


“Kami dari satu sisi pasti mendukung ya, karena dari sisi positifnya kan seperti itu [harga logam nikel naik].Dari sisi negatifnya ya kalau pengetatan itu dilakukan secara terlalu ketat. Kan [industri smelter] ini investasi yang padat. Modal ya tentunya pengusaha juga akan berhitung dari sisi itu,” kata Arif di sela Minerba Convex 2026, Selasa (3/11/2026).

Smelter nikel./Bloomberg-Cole Burston

Alat Berat