Logo Bloomberg Technoz

KSSK: Ketidakpastian Global Tekan Stabilitas Pasar Keuangan RI

Pramesti Regita Cindy
03 November 2026 20:00

Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Selasa (3/11/2026) (Bloomberg Technoz/ Pramesti)
Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Selasa (3/11/2026) (Bloomberg Technoz/ Pramesti)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai prospek perekonomian global masih tertekan akibat eskalasi konflik geopolitik dan pengetatan kebijakan moneter negara-negara utama. 

Tekanan tersebut turut memperkuat posisi dolar Amerika Serikat (AS) yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah serta aliran modal masuk ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia. 

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kebijakan moneter negara-negara utama juga cenderung lebih ketat sehingga menciptakan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih panjang atau higher for longer.


"Kebijakan moneter global yang lebih ketat terjadi karena kita lihat di sejumlah bank sentral negara-negara utama seperti The Fed di Amerika, European Central Bank dan juga Bank of Japan dan keseluruhannya telah menaikkan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis points pada bulan September," kata Suahasil dalam konferensi pers KSSK November di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

"Serta kita perkirakan akan berlanjut pada jangka waktu ke depan sehingga kita memasuki periode yang sering disebut dengan higher for longer," sambungnya.