Zelenskyy kembali menyerukan kepada sekutunya untuk membantu negaranya “mempertahankan wilayah udaranya, jika tidak, Rusia tidak akan pernah menghentikan serangan rudaknya.”
Zelenskyy tiba di Berlin pada hari Selasa untuk bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Serangan semalam itu dilaporkan juga menargetkan rumah sakit klinis kota di Kharkiv, melukai 73 orang dan merusak bagian kardiologi tempat para pasien sedang menjalani perawatan, katanya. Serangan itu terjadi setelah serangan udara mematikan terhadap sebuah pusat bantuan kemanusiaan di Ukraina selatan pada hari Senin yang menewaskan 29 orang, dengan lebih banyak lagi yang terjebak di bawah reruntuhan, kata Zelenskyy.
Serangkaian rudal menghantam pusat tersebut, yang beroperasi di sebuah sekolah, serta sebuah tempat penampungan terdekat di pemukiman Komyshuvakha di wilayah Zaporizhzhia, kata presiden dalam sebuah postingan pada hari Senin. Ia mengatakan serangan ganda yang “sungguh mengerikan” itu menewaskan dua petugas penyelamat dan empat anggota kepolisian.
“Ini merupakan bukti lanjutan bahwa Rusia tidak menginginkan de-eskalasi maupun keadilan yang sesungguhnya,” kata Zelenskyy.
Bloomberg belum dapat memverifikasi secara independen rincian yang dilaporkan mengenai serangan tersebut.
Kyiv menuduh Rusia secara sengaja menargetkan warga sipil selama serangan-serangan yang mencakup toko-toko, stasiun kereta api, dan bangunan tempat tinggal. Sementara itu, militer Rusia menderita korban tewas dalam jumlah rekor di Ukraina bulan lalu sekaligus menyerahkan sebagian wilayah kepada pasukan Kyiv, berdasarkan data intelijen Barat dan Zelenskyy.
Jumlah korban sipil di Ukraina melonjak 85% pada bulan September, menurut laporan PBB, sehingga menjadikan angka tersebut sebagai total tertinggi untuk bulan September sejak dimulainya invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022.
Rudal jarak jauh dan drone bertanggung jawab atas lebih dari separuh kematian warga sipil dalam serangan-serangan pada bulan tersebut.
Jumlah korban ikut meningkat di Rusia seiring serangan Ukraina yang menjangkau wilayah lebih dalam di negara tersebut, meskipun jumlahnya masih jauh lebih rendah dibandingkan di Ukraina. PBB mencatat laporan 496 warga sipil tewas di Rusia sepanjang tahun ini hingga September, dibandingkan dengan 2.570 di Ukraina.
Meskipun terjadi eskalasi baru-baru ini, para negosiator Ukraina dan Rusia dijadwalkan bertemu untuk putaran baru perundingan damai yang dipimpin AS di Abu Dhabi pada 10-11 November, kata utusan khusus Trump, Steve Witkoff, di X.
“Pembahasan akan berfokus pada pengaturan keamanan pasca-perang, de-eskalasi, upaya kemanusiaan, dan langkah-langkah selanjutnya menuju perdamaian,” kata Witkoff.
Para negosiator AS akan bertemu pekan ini di Brussel dengan perwakilan dari Prancis, Jerman, Inggris, Uni Eropa, dan Organisasi Perjanjian Atlantik Utara atau NATO guna “membicarakan jaminan keamanan bagi Ukraina, arsitektur keamanan Eropa pasca-perang, serta peluang ekonomi untuk mendukung rekonstruksi Ukraina,” tulis dia.
Pada saat yang sama, AS berencana meminta sekutu-sekutunya di NATO untuk menyumbangkan lebih banyak dana bagi program pengiriman senjata utama bagi Ukraina, demikian menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini. Permintaan tersebut dapat diajukan secepatnya bulan ini untuk pendanaan tambahan bagi Daftar Kebutuhan Prioritas Ukraina.
(bbn)





























