Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah di 4.904

Muhammad Julian Fadli
03 November 2026 17:38

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,78% di posisi 4.904,28 pada Selasa (3/11/2026), amblasnya saham–saham big caps jadi sebab, terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sepanjang hari IHSG terus–menerus terjerembab di tren pelemahan dengan penurunan yang bertambah dalam. Rentang perdagangan terjadi pada area level 5.143,58 sampai dengan level terendahnya menyentuh 4.895,59.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 3 November 2026 (Bloomberg)

Adapun tren bearish IHSG disebabkan oleh kecemasan investor menyikapi evaluasi MSCI pada 11 November, hasil pengumuman evaluasi amat berpengaruh terhadap capital outflow yang dinilai bakal terus berlanjut.


Indo Premier Sekuritas memprediksi skenario dasar (base case) berupa tidak adanya perubahan status (status quo). Pembekuan (freeze) terhadap penambahan saham Indonesia ke dalam indeks MSCI serta peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) masih akan berlanjut. 

Kabar MSCI terhadap konsultasi atas usulan penurunan status pasar modal Indonesia dari kategori pasar Emerging Market menjadi Standalone Market, terus menghantui psikologis investor, mengenai investability dan kurangnya nilai transparansi serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi.