vidoran Salurkan Nutrisi untuk 2.250 Balita di Indonesia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemenuhan nutrisi anak sejak dini masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Meski prevalensi stunting nasional terus menurun, persoalan keragaman pangan dan pemahaman orang tua mengenai kebutuhan gizi anak masih memerlukan perhatian.
Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting nasional sebesar 19,8%, turun dibandingkan posisi 21,5% pada 2023. Pemerintah menargetkan angka tersebut kembali turun menjadi 18,8% pada 2025 dan mencapai 14,2% pada 2029.
Di sisi lain, laporan UNICEF menunjukkan dua dari lima balita di Indonesia belum memperoleh keragaman pangan sesuai rekomendasi. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa tantangan pemenuhan gizi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga pemahaman keluarga mengenai asupan yang dibutuhkan anak dalam setiap tahapan pertumbuhan.
Data konsumsi susu nasional turut memperlihatkan ruang yang masih perlu diperkuat dalam pemenuhan nutrisi. Pada 2025, konsumsi susu tercatat sebesar 2,3 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, hanya 9,4% penduduk berusia lima tahun ke atas yang mengonsumsi susu lebih dari sekali sehari.
Keragaman pangan menjadi salah satu aspek penting dalam pola makan bergizi seimbang. Susu dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan nutrisi tersebut, dengan tetap memperhatikan variasi makanan dan kebutuhan gizi anak sesuai usia.
































