Laba BPD Bali Tembus Rp1 Triliun hingga September 2026

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali membukukan laba sebesar Rp1,006 triliun hingga September 2026. Pencapaian tersebut ditopang oleh perbaikan kualitas kredit, efisiensi operasional, serta penguatan dana murah atau current account saving account (CASA) di tengah upaya perseroan memperkuat bisnis perbankan daerah.
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, kinerja perseroan menunjukkan pertumbuhan positif pada sejumlah indikator keuangan, mulai dari aset, penyaluran kredit, dana pihak ketiga (DPK), hingga laba.
"Sampai dengan posisi September ini kita sudah bisa tumbuh positif dari seluruh aspek kinerja keuangan, baik itu dari sisi aset, kredit maupun dana pihak ketiga, serta laba. Dengan posisi September ini, laba kita sudah tembus di Rp1 triliun 6 miliar," ujar Sudharma.
Capaian tersebut mendekati laba sepanjang 2025 yang mencapai Rp1,101 triliun. Menurut Sudharma, penguatan kualitas aset produktif menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan laba perseroan setelah melewati tekanan pandemi Covid-19.
Dia menjelaskan, BPD Bali menerapkan kebijakan manajemen risiko dengan memperkuat kualitas kredit. Upaya tersebut tercermin dari perbaikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang berhasil dijaga di bawah 1%.































