Logo Bloomberg Technoz

"Pertama tentunya kami BPD Bali mempunyai risk appetite berkaitan dengan penguatan terhadap kualitas kredit. Pasca-Covid, rasio LAR kita terus mengalami perbaikan dan juga NPL, kualitas kreditnya bisa di bawah 1%," katanya.

Selain kualitas kredit, efisiensi biaya operasional turut menjadi perhatian perseroan. Sudharma menyebut rasio efisiensi operasional BPD Bali berada di kisaran 60% hingga September 2026.

Di sisi pendanaan, perseroan juga memperkuat struktur dana murah. Rasio CASA BPD Bali tercatat rata-rata mencapai 66%, melampaui target internal dalam rencana bisnis perusahaan sebesar minimal 60%.

Penguatan CASA memberikan ruang bagi bank untuk mengelola biaya dana atau cost of fund sekaligus menawarkan suku bunga pembiayaan yang lebih kompetitif kepada nasabah.

Dengan dukungan likuiditas tersebut, BPD Bali berupaya memperluas penyaluran kredit, termasuk melalui berbagai program pembiayaan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit perumahan, serta produk pembiayaan yang dikembangkan secara internal.

Ke depan, perseroan juga menargetkan penguatan sumber pendapatan di luar bunga melalui pengembangan produk dan layanan digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis pendapatan sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Sudharma mengatakan, BPD Bali menargetkan pertumbuhan fee-based income minimal 20% pada 2027. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan bunga.

"Target kami fee-based income itu tumbuh minimal 20%, sehingga nanti pendapatan tidak hanya dari sumber pendapatan bunga. Tentunya dari fee-based income ini bisa kita optimalkan," imbuhnya.

 

(tim)

No more pages