Logo Bloomberg Technoz

“Tekanan terhadap IHSG masih cukup besar karena konsistensi net sell asing secara harian,” papar Mirae Asset dalam catatan terbarunya pagi hari ini, Selasa (3/11/2026). Pelemahan rupiah yang berada di rentang Rp18.156 per dolar AS turut menjadi tantangan karena dapat meningkatkan persepsi risiko investasi di pasar domestik, juga menjadi penyebab IHSG melemah pagi-siang hari ini.

Sementara itu, adapun sentimen positif pendorong Indeks berasal dari kondisi data fundamental Indonesia masih solid dengan inflasi per Oktober yang melandai ke level 3,23% secara tahunan, capaian surplus neraca perdagangan per September sebesar US$3,36 miliar, serta posisi Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang konsisten di zona ekspansif, di mana per Oktober tercatat menguat menjadi sebesar 54,0 dari sebelumnya 52,4.

(fad)

No more pages