Awali November, Rupiah Melemah ke Rp18.148/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 November 2026 09:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah buka perdagangan awal bulan November dengan pelemahan, sejalan dengan gerak mata uang Asia yang 'terbakar'.
Melansir Bloomberg Senin (2/11/2026) rupiah melemah 0,05% ke Rp18.136/US$. Namun, tak lama berselang, rupiah tergerus 0,12% ke Rp18.148/US$ pada 09:05 WIB terbawa arus bearish bersama dolar Taiwan, won Korea Selatan, baht Thailand, ringgit Malaysia, yen Jepang, dolar Singapura, dan yuan China.
Harga minyak sebenarnya cukup melandai ke US$111/barel, setelah sempat bertengger di level US$114/barel. Namun aksi jual di pasar saham global, termasuk Asia, mengikuti aksi jual tajam di pasar AS. Aksi jual itu terjadi lantaran kekhawatiran bahwa reli yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) mungkin sudah kelewat jauh.
Sementara, dari sisi domestik, belum banyak katalis yang bisa mengangkat rupiah ke jalur penguatan.
Data capaian impor diperkirakan tumbuh lebih tinggi, 21% secara tahunan, ketimbang ekspor yang diproyeksi tumbuh 6,54%. Sementara, meski inflasi masih berada di jalur target Bank Indonesia (BI), tetapi posisinya diperkirakan bertahan tinggi 3,3% secara tahunan.






























