Logo Bloomberg Technoz

Ekonomi Pekan Ini: Emas Rapuh, Rupiah-Neraca Dagang Jadi Sorotan

Merinda Faradianti
01 November 2026 17:00

Ilustrasi Emas (Envato)
Ilustrasi Emas (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar keuangan Indonesia dan global menghadapi sejumlah tantangan memasuki pekan pertama November 2026. Dimulai dari pergerakan harga emas dunia yang tertekan hingga mendekati US$3.800/troy ons.

Kemudian juga pelemahan rupiah, serta prospek kinerja ekspor dan impor Indonesia menjadi perhatian pelaku pasar. Dirangkum Bloomberg Technoz, Minggu (1/11/2026), dari pasar komoditas, harga emas dunia mencatatkan tekanan signifikan sepanjang Oktober 2026.

Emas Tertekan, Terburuk Sejak 2008


Tekanan paling besar terlihat di pasar logam mulia. Harga emas dunia merosot hingga 3,6% ke US$3.876,39/troy ons pada perdagangan terakhir Oktober. Level tersebut menjadi yang terendah sejak awal Oktober 2025.

Mengutip laporan Bloomberg News, harga emas mengalami kinerja bulanan terburuk sejak krisis keuangan global 2008. Logam mulia tersebut diperkirakan mencatat penurunan lebih dari 6% sepanjang Oktober.