Logo Bloomberg Technoz

Dibayangi Tekanan Ganda, Rupiah Sentuh Rp18.180/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
28 October 2026 09:26

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kembali terpangkas 0,1% ke Rp18.171/US$ dalam perdagangan spot, Rabu (28/10/2026). Tak lama berselang, rupiah kembali susut 0,15% jadi Rp18.180/US$ pada 09:08 WIB. 

Sementara itu, di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) rupiah kembali menembus Rp18.219/US$, setelah terpangkas 0,19%. 

Tekanan terhadap rupiah datang dari dua arah. Dari sisi eksternal, indeks dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat 0,1% ke 102,42, sejalan dengan kenaikan yield obligasi pemerintah AS, US Treasury, sebesar 3,3 basis poin (bps) jadi 5,02%.


Kenaikan dolar AS dan yield US Treasury ini dipicu oleh harga minyak mentah Brent yang kembali terdongkrak 1,44% jadi US$115,52/barel. Padahal, bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan, meski inflasi September tercatat lebih tinggi daripada perkiraan. 

Pelaku pasar membaca langkah The Fed sebagai sinyal hawkish hold. Kepala Ekonom Wolfe Research Stephanie Roth menilai, The Fed kemungkinan akan menahan suku bunga acuan bulan ini dengan kemungkinan adanya langkah pengetatan setelah data harga konsumen dan harga produsen edisi September rilis.