Logo Bloomberg Technoz

Pemilu Israel Buntu, Netanyahu Imbang Lawan Kubu Oposisi

News
28 October 2026 08:50

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok: Bloomberg)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok: Bloomberg)

Shira Rubin, Galit Altstein dan Ethan Bronner - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Gadi Eisenkot bersaing ketat dalam pemilu pertama sejak serangan Hamas pada 2023. Hasil yang nyaris imbang ini membuka jalan bagi periode negosiasi yang menegangkan untuk menentukan siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya.

Aliansi sayap kanan religius pimpinan Netanyahu dan blok Eisenkot diperkirakan sama-sama meraih 51 dari total 120 kursi parlemen Israel, menurut dua hasil jajak pendapat di tempat pemungutan suara (exit poll) yang dirilis setelah pemungutan suara ditutup pada Selasa (27/10) malam. Hasil exit poll ketiga menunjukkan Netanyahu sedikit unggul, setelah sebelumnya menyatakan Eisenkot berada di posisi terdepan.


Hasil tersebut membuat kedua kubu masih jauh dari mayoritas yang dibutuhkan untuk memimpin negara. Keduanya menghadapi jalan sulit untuk membentuk koalisi pemerintahan tanpa menggelar pemilu ulang. Namun, penghitungan suara masih berlangsung sehingga gambaran akhir hasil pemilu masih dapat berubah. Situasi semakin rumit karena Partai Likud pimpinan Netanyahu diperkirakan menjadi partai tunggal terbesar, disusul Yashar pimpinan Eisenkot di posisi kedua.

Dua partai Arab Israel, yang berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan, diperkirakan meraih total 18 kursi, menurut hasil exit poll. Angka tersebut melampaui perkiraan sebelumnya. Kedua partai menyatakan akan mendukung Eisenkot dalam bentuk tertentu setelah menggalang dukungan untuk menggulingkan Netanyahu dan mencegah masa jabatan baru yang mereka anggap dapat mengancam eksistensi mereka.